ㅤ “Udah bangun lo?”

Arta mengerjapkan mata, berusaha menjernihkan penglihatannya untuk kemudian disuguhi pemandangan berupa punggung Jersava yang sedang berkutat dengan komputer inventaris sekre. ㅤ

“Jer, filenya ada di data D,” tutur Arta masih setengah mengigau. Telunjuknya mengayun-ayun lemas tak tentu arah.

“Lu semalem nginep di sini?” ㅤ “…”

Hening.

Tak kunjung mendapat jawaban, Jersava menolehkan kepalanya ke belakang. Ia mendengus geli saat mendapati Arta yang kembali tertidur pulas disertai dengan dengkuran halus.

“Jangan pengen nikah dulu, gue belum siap,” ucap Jersava pelan sambil membenarkan posisi telapak tangan Arta agar tidak kesemutan saat bangun nanti.